10 Saham Paling Cuan 2026: JIHD, MLPT, SINI hingga 4000% Return!

Tahun dua ribu dua puluh lima menjadi saksi lahirnya para "multibagger stocks" yang membuat investor ritel merasakan sensasi cuan ratusan bahkan ribuan persen. Dari saham teknologi yang melesat bagai roket hingga emiten hotel yang bangkit dari tidur panjang, pasar modal Indonesia kembali membuktikan bahwa peluang mengubah hidup masih terbuka lebar bagi siapapun yang jeli melihat peluang.

Tapi pertanyaannya sekarang: apakah pesta cuan ini akan berlanjut di tahun dua ribu dua puluh enam? Saham mana yang masih punya momentum kuat? Dan yang paling penting, haruskah Anda ikut masuk sekarang atau sudah terlambat?

Mari kita bedah satu per satu sepuluh saham paling cuan di tahun dua ribu dua puluh lima yang berpotensi menjadi bintang lagi di tahun dua ribu dua puluh enam!


Saham Nomor Satu: MLPT - Raja Teknologi yang Terbang Enam Ratus Delapan Persen

PT Multipolar Technology Tbk atau yang akrab dengan kode MLPT mencatatkan performa paling fenomenal di tahun dua ribu dua puluh lima. Bayangkan, dari harga Rp delapan belas ribu lima ratus per lembar di akhir tahun dua ribu dua puluh empat, saham ini meroket hingga menyentuh level tertinggi sepanjang masa atau ATH di angka Rp seratus tiga puluh satu ribu pada tanggal tujuh belas September dua ribu dua puluh lima!

Itu artinya kenaikan enam ratus delapan persen year-to-date! Kalau Anda investasi Rp sepuluh juta di awal tahun, sekarang uang Anda sudah jadi Rp tujuh puluh juta. Luar biasa bukan?

Apa rahasia di balik lonjakan dahsyat MLPT? Emiten yang merupakan bagian dari konglomerasi Lippo Group ini bergerak di bidang jasa teknologi informasi, penjualan perangkat keras, IT outsourcing, dan perangkat lunak. Kinerja keuangan semester pertama dua ribu dua puluh lima menunjukkan penjualan mencapai Rp satu koma enam delapan triliun dengan laba bersih Rp seratus empat koma lima puluh empat miliar.

Yang membuat investor berbondong-bondong masuk adalah momentum transformasi digital Indonesia yang semakin masif. Pemerintah mendorong digitalisasi UMKM, perusahaan besar berlomba upgrade sistem IT mereka, dan permintaan solusi teknologi awan atau cloud computing meledak. MLPT berada di posisi strategis untuk menangkap semua peluang ini.

Namun perjalanan MLPT tidak mulus. Bursa Efek Indonesia bahkan dua kali melakukan suspensi perdagangan karena lonjakan harga yang terlalu signifikan. Suspensi pertama pada empat belas Agustus dua ribu dua puluh lima dan kedua pada dua puluh tujuh Agustus. Setelah dibuka kembali, saham ini masuk pengawasan khusus dengan sistem full call auction. Baru pada dua belas September MLPT lepas dari pemantauan khusus.

Saat artikel ini ditulis, harga MLPT berada di kisaran Rp sembilan puluh dua ribu empat ratus lima puluh, turun cukup dalam dari puncaknya. Apakah ini sinyal koreksi sehat atau awal dari penurunan lebih dalam? Dividend yield MLPT tercatat nol koma sebelas persen dengan PER sekitar seratus dua puluh empat koma enam tujuh kali. Valuasi yang tinggi ini menunjukkan market sudah memprice in ekspektasi pertumbuhan masa depan yang sangat optimistis.

Prospek Dua Ribu Dua Puluh Enam: MLPT masih punya potensi pertumbuhan dari ekspansi bisnis cloud computing dan artificial intelligence atau AI. Namun, dengan valuasi yang sudah mahal dan harga yang turun empat puluh persen dari puncak, investor perlu berhati-hati. Ini bukan saham untuk mengejar keuntungan jangka pendek, tapi lebih cocok untuk investor yang percaya pada transformasi digital jangka panjang Indonesia.


Saham Nomor Dua: JIHD - Bangkitnya Sang Hotel Legendaris

PT Jakarta International Hotels and Development Tbk dengan kode JIHD adalah bukti nyata bahwa saham lama bisa bangkit kembali. Sepanjang tahun dua ribu dua puluh lima, JIHD mencatat kenaikan seratus tiga puluh delapan persen! Dari harga terendah lima puluh dua minggu di level Rp tiga ratus dua belas, saham ini menyentuh puncak tertinggi sepanjang masa di Rp tiga ribu dua ratus pada tanggal dua Desember dua ribu dua puluh empat.

JIHD adalah pemilik dan pengelola Hotel Borobudur Jakarta, salah satu hotel bintang lima paling ikonik di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh empat. Perusahaan ini juga mengelola empat segmen usaha: hotel, real estate, jasa konstruksi, telekomunikasi, dan manajemen hotel.

Apa yang membuat JIHD tiba-tiba menarik perhatian investor? Pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi menjadi katalis utama. Okupansi hotel naik signifikan seiring membanjirnya turis asing dan lokal. Event-event besar seperti konferensi internasional, pernikahan mewah, dan acara korporat kembali ramai digelar di Hotel Borobudur.

Dari sisi fundamental, JIHD memiliki PER empat belas koma tujuh tiga kali untuk trailing twelve months dan PBV nol koma empat empat kali. Valuasi ini tergolong murah untuk perusahaan dengan aset properti prime di Jakarta. Market cap perusahaan saat ini sekitar Rp satu koma enam lima triliun dengan EBITDA margin tiga belas koma dua sembilan persen.

Yang menarik, JIHD tidak membagikan dividen kepada pemegang saham, fokus perusahaan masih pada reinvestasi untuk renovasi hotel dan ekspansi bisnis property. Ini bisa jadi double-edged sword - bagus untuk pertumbuhan jangka panjang tapi tidak cocok untuk dividend hunter.

Prospek Dua Ribu Dua Puluh Enam: Sektor pariwisata Indonesia diprediksi terus tumbuh dengan target kunjungan turis mancanegara mencapai dua puluh juta orang. Hotel Borobudur dengan brand heritage yang kuat punya peluang besar menangkap momentum ini. Namun, setelah rally seratus tiga puluh delapan persen, investor perlu wait and see untuk entry point yang lebih baik, terutama jika harga koreksi ke support kuat di area Rp enam ratus lima puluh hingga tujuh ratus.


Saham Nomor Tiga Hingga Sepuluh: Para Juara Tersembunyi

Nomor Tiga: SINI - Sinar Mas Land yang Meroket

PT Sinar Mas Land Tbk atau SINI mencatat pertumbuhan fantastis di sektor properti. Dengan proyek-proyek megah seperti BSD City dan Grand Wisata Bekasi, SINI berhasil memanfaatkan momentum pemulihan sektor property pasca suku bunga turun. Return year-to-date mencapai dua ratus lima puluh persen lebih! Developer properti ini fokus pada pengembangan kota mandiri dan mixed-use development yang sangat diminati kelas menengah Indonesia.

Nomor Empat: BRPT - Barito Pacific yang Comeback

Barito Pacific milik konglomerat Prajogo Pangestu mencatatkan kenaikan signifikan. Emiten petrokimia ini diuntungkan oleh kenaikan harga produk petrokimia global dan ekspansi kapasitas produksi. BRPT bahkan sempat mencetak rekor harga tertinggi baru, membuktikan bahwa saham cyclical bisa menghasilkan cuan besar saat momentum tepat.

Nomor Lima: TAPG - Triputra Agro Persada Kelapa Sawit

Sektor kelapa sawit kembali menarik perhatian dengan TAPG sebagai salah satu bintangnya. Harga CPO atau crude palm oil yang rebound ditambah efisiensi operasional membuat margin keuntungan membengkak. TAPG memberikan return lebih dari seratus lima puluh persen kepada investor yang masuk di awal tahun.

Nomor Enam: DSSA - Dian Swastatika Sentosa

Emiten energi ini melesat berkat booming permintaan listrik untuk data center dan industri manufaktur. DSSA dengan kapasitas pembangkit listrik yang terus bertambah menjadi beneficiary langsung dari industrialisasi Indonesia. Return mencapai seratus delapan puluh persen year-to-date!

Nomor Tujuh: FUTR - Futura Energi Global

Saham energi terbarukan ini viral di kalangan retail investor. FUTR fokus pada solar power dan renewable energy, menunggangi tren transisi energi global. Meski sempat disuspensi BEI karena lonjakan harga ekstrem, saham ini tetap jadi favorit investor muda yang peduli ESG atau Environmental Social Governance.

Nomor Delapan: FIMP - Fimperkasa Utama

Emiten packaging ini surprise para analis dengan pertumbuhan triple digit. Permintaan packaging untuk e-commerce dan FMCG meledak, FIMP punya kapasitas dan teknologi untuk memenuhinya. Return mencapai seratus dua puluh persen dalam setahun!

Nomor Sembilan: TOSK - Topindo Solusi Komunika

Saham teknologi kecil yang tiba-tiba jadi perhatian. TOSK bergerak di solusi komunikasi dan IT, menangkap momentum digitalisasi pemerintahan dan korporat. Meski market cap masih kecil, likuiditas mulai membaik seiring masuknya investor institusi.

Nomor Sepuluh: KBLV - Kabelvision

Transformasi dari telekomunikasi ke holding investasi membuat KBLV menarik. Dengan kepemilikan signifikan di MLPT, pergerakan harga KBLV strongly correlated dengan MLPT. Investor menganggap KBLV sebagai "proxy play" untuk eksposur ke sektor teknologi dengan valuasi lebih murah.


Pelajaran Berharga dari Saham-Saham Cuan

Setelah melihat sepuluh saham paling cuan ini, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik:

Pertama: Momentum Sektor Matters

Hampir semua saham di list ini naik bukan karena keajaiban, tapi karena mereka berada di sektor yang sedang booming. Teknologi digital, pariwisata, property, energi, dan petrokimia adalah sektor-sektor yang mendapat tailwind dari kondisi makro ekonomi Indonesia.

Kedua: Valuasi Bukan Segalanya

Banyak dari saham-saham ini naik meskipun valuasi PER atau Price Earning Ratio mereka sudah tinggi. Market membayar premium untuk growth story dan momentum. Namun ingat, valuasi tinggi juga berarti risk tinggi saat terjadi koreksi.

Ketiga: Timing is Everything

Investor yang masuk di awal tahun dua ribu dua puluh lima meraup cuan fantastis. Yang masuk saat harga sudah tinggi banyak yang nyangkut. Jangan FOMO atau fear of missing out! Tunggu pullback atau koreksi sehat sebelum masuk.

Keempat: Not All Glitters is Gold

Beberapa saham di list ini mengalami suspensi BEI karena lonjakan harga tidak wajar. Ada indikasi goreng-gorengan atau pump and dump. Investor retail harus extra hati-hati membedakan mana pertumbuhan organik mana yang artificial.

Kelima: Diversifikasi Tetap Penting

Jangan all-in di satu saham meski terlihat sangat menjanjikan. Pecah portfolio Anda ke beberapa saham dengan sektor berbeda. Kalau satu turun, yang lain bisa compensate.


Saham Mana yang Masih Layak Beli untuk Dua Ribu Dua Puluh Enam?

Ini pertanyaan sejuta dollar yang pasti ada di benak Anda: "Oke, saham-saham ini sudah cuan gila-gilaan di dua ribu dua puluh lima. Tapi apakah masih bagus buat dua ribu dua puluh enam?"

Jawabannya: Tergantung!

MLPT: Kalau Anda percaya pada growth story transformasi digital Indonesia dan tidak keberatan dengan valuasi tinggi, MLPT masih bisa dipertimbangkan. Tapi tunggu pullback lebih dalam, idealnya di area Rp tujuh puluh ribu hingga delapan puluh ribu untuk risk-reward yang lebih baik.

JIHD: Sektor pariwisata masih punya runway panjang. Okupansi hotel belum mencapai level pre-pandemic dan ada potensi rate hike atau kenaikan harga kamar. Entry point ideal di support Rp enam ratus lima puluh. Stop loss ketat di bawah Rp enam ratus.

SINI dan Property Stocks: Suku bunga BI diprediksi turun lagi di dua ribu dua puluh enam, ini positif untuk sektor property. Tapi perhatikan inventory dan debt level emiten. Pilih yang punya cash flow sehat dan net gearing di bawah satu koma nol kali.

Energy Stocks DSSA dan FUTR: Demand listrik Indonesia masih akan tumbuh double digit. Tapi hati-hati dengan valuasi yang sudah stretched. Lebih aman accumulate gradually saat ada koreksi pasar.

Cyclical Stocks BRPT dan TAPG: Ini high risk high return. Bagus kalau commodity cycle masih bullish, tapi bisa jeblok kalau ada global recession. Hanya untuk investor dengan risk appetite tinggi.


Warning: Jangan Jadi "Korban" di Puncak

Perlu saya ingatkan dengan tegas: Banyak investor retail yang rugi besar karena masuk saat harga sudah di puncak!

Cerita klasik yang selalu terulang: Pak Budi lihat MLPT naik terus dari Rp lima puluh ribu ke seratus ribu. Dia pikir "Wah ini pasti naik terus sampai dua ratus ribu!" Lalu dia all-in membeli di harga Rp seratus dua puluh ribu. Beberapa minggu kemudian, harga drop ke Rp sembilan puluh ribu. Pak Budi panic, cut loss, rugi tiga puluh persen!

Jangan jadi Pak Budi! Beberapa prinsip penting:

Satu: Never Chase

Jangan kejar saham yang sudah naik ratusan persen dalam waktu singkat. Tunggu koreksi dulu. Pasar selalu memberikan peluang entry kedua.

Dua: Set Stop Loss

Tentukan batas maksimal kerugian yang Anda terima. Misal sepuluh persen atau lima belas persen. Kalau sudah tembus, keluar tanpa pikir panjang. Protect your capital!

Tiga: Take Profit Berkala

Kalau sudah untung lima puluh persen atau seratus persen, ambil sebagian profit. Jangan serakah mau menunggu naik seribu persen. Secure some gains!

Empat: Do Your Own Research atau DYOR

Jangan asal ikut rekomendasi di grup WhatsApp atau Instagram. Baca laporan keuangan, pahami bisnis model perusahaan, analisis valuasi. Invest in what you understand!

Lima: Position Sizing

Jangan lebih dari lima sampai sepuluh persen portfolio di satu saham high-risk. Kalau jeblok, Anda tidak mati suri.


Alternatif Aman: Reksa Dana Saham Return Tinggi

Kalau Anda merasa risiko beli saham individual terlalu tinggi, reksa dana saham bisa jadi alternatif. Berdasarkan data hingga September dua ribu dua puluh lima, beberapa reksa dana saham dengan return tertinggi adalah:

Bahana Icon Syariah Kelas G dengan return year-to-date mencapai empat belas koma lima tujuh persen. Sucorinvest Maxi Fund yang membukukan keuntungan solid untuk investor. TRIM Syariah Saham yang konsisten memberikan return di atas indeks. Sucorinvest Sustainability Equity Fund yang fokus pada saham-saham ESG compliant. Syailendra Equity Opportunity Fund yang agresif dalam stock picking.

Reksa dana saham ini memberikan eksposur diversified ke puluhan saham sekaligus, dikelola oleh manajer investasi profesional, dan Anda bisa mulai dengan modal kecil dari seratus ribu rupiah saja. Risk-nya lebih rendah dibanding beli saham individual, tapi return-nya juga tidak se-ekstrem saham-saham multibagger tadi.


Kesimpulan: Peluang Masih Ada Tapi Waspada Lebih Penting

Tahun dua ribu dua puluh lima memang tahun luar biasa untuk investor saham Indonesia. MLPT yang terbang enam ratus delapan persen, JIHD yang rally seratus tiga puluh delapan persen, dan saham-saham lain yang memberikan return ratusan persen membuktikan bahwa pasar modal Indonesia masih penuh peluang.

Namun, dengan semua euphoria ini, kewaspadaan harus ditingkatkan. Tidak semua saham yang naik tinggi akan terus naik. Banyak yang akan koreksi keras, bahkan jeblok. History pasar modal penuh dengan cerita investor yang kaya mendadak lalu jatuh miskin karena terlalu rakus dan tidak disiplin risk management.

Untuk tahun dua ribu dua puluh enam, fokus pada saham-saham dengan fundamental solid, valuasi reasonable, dan berada di sektor yang punya growth catalyst jelas. Jangan tergoda masuk ke saham yang sudah naik terlalu tinggi hanya karena FOMO. Pasar selalu memberikan kesempatan kedua, ketiga, bahkan kesepuluh. Yang penting Anda masih punya modal untuk bermain!

Remember: Investasi saham bukan sprint, tapi marathon. Yang menang bukan yang paling cepat, tapi yang paling konsisten dan disiplin. Bulls make money, bears make money, but pigs get slaughtered!

Selamat berinvestasi cerdas di tahun dua ribu dua puluh enam! Semoga portfolio Anda hijau royo-royo!


Disclaimer Penting

Artikel ini adalah analisis pribadi untuk tujuan edukasi, bukan rekomendasi investasi. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab Anda sepenuhnya. Investasi saham mengandung risiko tinggi termasuk risiko kehilangan seluruh modal. Past performance is not indicative of future results. Selalu lakukan riset sendiri atau DYOR dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.

Penulis tidak memiliki posisi di saham MLPT, JIHD, SINI atau saham lainnya yang disebutkan dalam artikel ini saat artikel ditulis.

Baca disclaimer lengkap di prastisurya.com/disclaimer.


Kata Kunci Artikel: saham cuan 2026, MLPT return 608%, JIHD rally 138%, saham multibagger Indonesia, saham teknologi terbaik, investasi saham high return, saham dengan return tertinggi, SINI BRPT TAPG DSSA, strategi investasi saham 2026, saham gorengan vs fundamental

Word Count: 2.850+ kata
Reading Time: 10-12 menit
Last Updated: November 2025

© 2025 PrastiSurya.com - All Rights Reserved

Posting Komentar untuk "10 Saham Paling Cuan 2026: JIHD, MLPT, SINI hingga 4000% Return!"